Jumat, 10 Agustus 2012

You’re Love Hacked I Need U’r Totality in Love, ♥ _1st Story


Asik ? Malam ini nggak asik sedikitpun ra! Coba lu pikir aja gimana kejadian tadi! Masih ada rasa dia sama gue?” sontak gue ngebentak Rara yang dengan hebohnya merasa malam ini malam yang asik penuh bulan, matahari, bintang, meteor, pesawat dan entah lah apalagi yang tuh nenek gila bilang ke gue.
     Malam ini gue cuma berani buka Facebook  dan  Twitter dia, cuma hal itu yang gue mampu lakuin demi meredem jiwa stalker yang terus menjalar diotak ini. “Ketik Dhafin Juan Saputra,” kata ku dalam hati ini. Oh Andwae!! FB nya dihack! Lantas gue harus ngapain? Banting netbook? Atau nge-Like? Atau mungkin  nge-comment? Atau gue telepon Dhafin?
     Setiap malam selalu jadi galau begini, selalu dan tak hilang dari kata selalu. Selalu ada Rara yang nelponin tiap satu jam sekali, dengan tujuan tak lebih dari menanyakan kabar Dhafin, yang entah dari mana aku selalu tahu keadaannya, sedang apa dia dan segala halnya. Belum lagi si Mr. Kepo Wala  Pane yang nggak jauh beda alaynya sama Rara. Dan pastinya Dhafin, yang membebani otak dan pikiran sejak dua bulan yang lalu.
changdeokgung-palace.jpgchangdeokgung-palace.jpgchangdeokgung-palace.jpgchangdeokgung-palace.jpgchangdeokgung-palace.jpg     Semua ini berawal dari adanya acara wawancara khusus Hallyu Lovers dimana aku diminta hadir sebagai salah satu nara sumber. Karena merasa kagok bila sendiri, maka Rara pun menjadi korban beruntung dalam acara tersebut. Dijanjikan acara mulai pukul 15.30 Wib, namun tak ada satu pun kerumunan di Dine & Chat. Akupun memberanikan diri untuk ambil tempat sendiri di meja bernomor tiga belas, kebetulan dengan lucky number ku. Selang 5 menit kemudian, datang seorang laki-laki tinggi berparas Asia Timur, dengan tinggi 184 cm yang tiba-tiba datang menghampiri dengan menyodorkan tangannya.
“Hai, aku Dhafin, kamu Rene kan?”, katanya.
Dengan kaku sembari bingung aku pun menyodorkan tangan ku dengan ragu-ragu “Iya aku Rene, kamu siapa? Tahu darimana namaku?”
Dengan senyum angkuhnya,”Aku temen FB mu dan diajak juga dalam wawancara ini.”
“Owh... Kam...”
Tiba-tiba suasana berhubah dengan kedatangan Rara, yang sekaligus memberi rasa aman karena aku tidak perlu melanjutkan pembicaraan dengan Dhafin.
Hingga akupun baru tahu, kalo dia juga merupakan Hallyu Lovers dan pada bulan Desember nanti akan ikut tour musim dingin di Seoul.
            Hari keberangkatan tiba, dan sialnya aku harus duduk di sebelah Dhafin. Ini awal mimpi buruk dalam rangkaian tour impianku. Sesaat setelah lepas landas,

“Patahlah Bidai Surgaku”
Bidai!
Menopang rumahku yang penuh akan gundah..
Namun, dikala putik tak mau lagi bertemu sari...
Mungkinkah bunga kan kucium dalam bahtera rumah muliaku?
Andai bumi tak bercadar
Pura-paru ia berlalu menangkap kataku yang rapuh..
kutulis secarik puisi yang entah mengapa aku teringat akan ketidak sungguhan Lee Jeun untuk menjadikanku pasangan sehidup sematinya di altar, mengapa semuanya meski berakhir dalam 13 menit sebelum pemberkatan. “Huft...”, desah panjangku. Seketika tak lama setelah itu Dhafin pun berani membuka mulut dan langsung menyergap puisi yang baru kutulis pada perkamen kesukaanku.
“Freak! Ga ngerti akan makna puisi mu Ren!”, gelaknya menghina.
“Sudah aku tak mahu diganggu, kembalikan sekarang Fin, dan masalah selesai”, jawabku ketus.
seoul-korea-selatan.jpgseoul-korea-selatan.jpgseoul-korea-selatan.jpgseoul-korea-selatan.jpgseoul-korea-selatan.jpgseoul-korea-selatan.jpgseoul-korea-selatan.jpgNtah mengapa kali ini Dhafin sangat penurut dan tak lama setelah itu ia terlelap dalam penerbangan panjang tersebut.



 Tak terasa sekarang pukul tujuh waktu Jakarta, artinya sekarang pukul sembilan waktu Seoul. Rombongan kami pun langsung menaiki bus yang telah disediakan, dan sialnya aku dipasangkan dengan Dhafin dalam tour ini. Sungguh membosankan dan menyedihkan! Hari demi hari di Seoul terus dilalui, menambah kenangan dan kisah baru antara aku dan Dhafin, bagai mendengar kisah kepoan Wala Pane dan kealayan Rara, semua pikiran dan karangan mereka kini menjadi nyata. Tak kurang dari dua bulan tiga belas hari, tepat di Namsan Seoul Tower, Dhafin melamarku tanpa penjajakan terlebih dahulu. Ini dentuman keras bagi hatiku yang baru saja tersakiti atas pebatan pernikahan secara sepihak, hanya karena alasan ketidadak totalan dalam mencintai. Tapi entah mengapa mulut ini berucap,” Nde, nado saranghamnida.” Jawabku. Dan kembalilah kami ke Indonesia.
     Berhari-hari setelah kembali ke Indonesia, semuanya seakan hilang. Sosok lucu dan selalu mengagnggu entah hilang bak di telan bumi. Tak ada kabar, baik sms, maupun telfon. Semuanya tampak abstrak saat aku membaca Tweetnya yang berisikan,”Ini keputusan ku, aku harus melepas satu putik demi putik dari mereka, maaf mengganggu waktu anda selama ini.” Bagai cambukan keras dalam hati ku yang kiang berspekulasi akan makna Tweet tersebut. Tidak selang satu jam, Wala Pane datang dengan hebohnya dengan membawa bungkusan kertas bertuliskan Undangan di tangan kirinya. Wala menyerahkan undangan tersebut penuh kemuraman. Dan jelas lah semua, ketika aku melihat nama orang yang selama ini bagai telah mengisi dengan total kembali hatiku ini. Namun ia harus pergi dengan cara yang lebih menyakitkan. Aku ingin lari dari kehidupan cinta yang pelik ini! Mengapa hari menyakitkan itu harus tanggal 13!
     Tepat pagi yang cerah ini tanggal 13 Februari 2012, hari pernikahan orang yang telah mebuang total cintanya padaku. Apapun yang terjadi, aku akan tetap hadir dalam acar tersebut dan menyaksikan kebahagian Dhafin. Ketika ku injakkan kakiku di pelataran area pemberkatan, tampak Dhafin menatap ku penuh rasa maaf akan semua yang terjadi, seakan-akan ia ingin menjelaskan bahwa pernikahan ini hanyalah tanpa cinta dan hanya penjodohan semata demi kebahagian orang tuanya. Namun bagiku ini terlalu kekanak-kanankkan untuk terjadi kembali pada hidupku. Tepat pukul 10.00 Wib, sang mempelai datang dan berjalan penuh keanggunan menuju altar, hal ini sangat menyakitkan bagiku. Hingga saat bapa pendeta berucap apakah ia bersedia menjadi pasangan Dhafin, jawabannya pun berbeda dan seketika menghebohkan seluruh ruangan. “Aku menolak untuk menjadi pasangan sehidup semati Dhafin Juan Saputra, karena ada sosok lain yang lebih pantas dan membutuhkannya daripada saya.” Jawaban itu langsung membuatku meneteskan air mata dan seketika Dhafin berlari memelukku dan menarikku ke altar. Akhir yang sempurna dengan penuh totalitas Namdaemon.jpgcinta yang terbayar diakhir meski telah tercoreng oleh sakitnya pengkhianatan.

Nama                   : Andrian Saputra
Jurusan                 : Hubungan Internasional
Kelompok             : Totalitas



"Our Togetherness Wif The One Women who dedicated for Us"

Ada Hira, Via, Karina, Edith, Kak Nana, Ibu Perpustakaan FISIP UNS, Evi, Anggie, Vio, Rahmy, Naluri, it's me Andrian, Haggie, Koko, Qodhri, Rere and Evan...

Be FISIP, Be productive...

"My Close Up Photo"

LoL ^_^
OSMARU FISIP UNS 2012... Jjang :-D